Wahai Guru
Tlah tercipta cita
Walau berat asa di dada,
Kau rangkul dengan kesabaran
Hingga terkalahkan rasa
Dulu,
Otakku yang polos tak mengerti
Kau tuntun dan kau beri
Dengan ketulusan murni sanubari
Kini,
Otakku padat berisi
Pikirku mulai mengerti, dan
Citaku mulai berdiri
Kutahu,
Di ronggamu cita negri ini
Di pundakmu pula bersanding keutuhan bangsa
Perjuanganmu amat terjal berliku
Tapi,
Karna ini semangatmu kian menjadi
Ketulusan dan kesabaranmu abadi
Wahai Guru,
Tiada henti kau mengabdi
Membuatku yakin
Kaulah pahlawan sejati
By : Anas Ariffudin