Satu hati kan berdaya andai kau menyemainya
Buah cinta sang tawa hadir tak terduga
saat kau . . .
datang sebagai belainya
sadarkah kau bahwa satu hati akan membeku karna auramu?
hanya keterpakuan selimuti hati menahan harap semu darimu
Mata cahaya pun kian meredup saat kau jauh
kau pelita jiwa
penerang hari
pencerah warna hidup
laksana embun di pagi buta
kau sejukkan hati dan menyentuhnya penuh kasih
saat kau menjadi suatu yang berharga
maka takkan terganti oleh jiwa lain yang bernyawa
kau selalu terjaga dalam kalbu
terpatri abadi dalam nurani
karna itulah hati yang dititipkan olehNya
tuk menuai CINTA bersamamu
By : Retno