BUDIDAYA LELE SANGKURIANG(Clarias sp.)

Sumber : Departemen Kelautan dan Perikanan http://www.dkp.go.id/content.php?c=2558

(Clarias sp.)

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.

Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.

Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).

Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele “Sangkuriang”.

Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama “Lele Sangkuriang”. Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).

Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m – 800 m dpi. Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas >800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat.

Budidaya lele, baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran dapat dilakukan di kolam tanah, bak tembok atau bak plastik. Budidaya di bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal lainnya.

Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumu (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yan sudah dikondisikan terlebih dulu. Parameter kualitas air yan baik untuk pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut:

  1. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air.

  2. pH air yang ideal berkisar antara 6-9.

  3. Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l.

Budidaya ikan lele Sangkuriang dapat dilakukan dalam bak plastik, bak tembok atau kolam tanah. Dalam budidaya ikan lele di kolam yang perlu diperhatikan adalah pembuatan kolam, pembuatan pintu pemasukan dan pengeluaran air.

Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Pada bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang memanjang dari pemasukan air ke pengeluaran air (monik). Parit dibuat selebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm.

Sebaiknya pintu pemasukan dan pengeluaran air berukuran antara 15-20 cm. Pintu pengeluaran dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat terdiri dari dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki. Sedangkan pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana, yaitu hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang didasar kolam dibawah pematang dengan bantuan pipa berbentuk “L” mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam.

Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.

Pelaksanaan Budidaya
Sebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi:

a.

Persiapan kolam tanah (tradisional)

Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran. Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor).

Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan).

Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.

Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.

Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring

Kemudian dilakukan pengisian air kolam.

Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.

b.

Persiapan kolam tembok

Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.

c. Penebaran Benih

Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.

Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.

d.

Pemberian Pakan

Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.

e.

Pemanenan

Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 – 250 gram per ekor dengan panjang 15 – 20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan.

Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan karamba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan dengan jumlah air yang sedikit.

Kegiatan budidaya lele Sangkuriang di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan. Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp.

Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam. Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam.

Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan.

Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.

Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.

  • Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air.

  • Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.

  • Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit.

  • Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air).

  • Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK

  • Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik

  • Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru.

  • Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan.

ANALISA USAHA
Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik

1.

Investasi

a.

Sewa lahan 1 tahun @ Rp 1.000.000,-

=

Rp

1.000.000,-

b.

Bak kayu lapis plastik 3 unit @ Rp 500.000,-

=

Rp

1.500.000,-

c.

Drum plastik 5 buah @ Rp 150.000,-

=

Rp

750.000,-

Rp

3.250.000,-

2.

Biaya Tetap

a.

Penyusutan lahan Rp 1.000.000,-/1 thn

=

Rp

1.000.000,-

b.

Penyusutan bak kayu lapis plastik Rp 1.500.000,-/2 thn

=

Rp

750.000,-

c.

Penyusutan drum plastik Rp 750.000,-/5 thn

=

Rp

150.000,-

Rp

1.900.000,-

3.

Biaya Variabel

a.

Pakan 4800 kg @ Rp 3700

=

Rp

17.760.000,-

b.

Benih ukuran 5-8 cm sebanyak 25.263 ekor @ Rp 80,-

=

Rp

2.021.052,63

c.

Obat-obatan 6 unit @ Rp 50.000,-

=

Rp

300.000,-

d.

Alat perikanan 2 paket @ Rp 100.000,-

=

Rp

200.000,-

e.

Tenaga kerja tetap 12 OB @ Rp 250.000,-

=

Rp

3.000.000,-

f.

Lain-lain 12 bin @ Rp 100.000,-

=

Rp

1.200.000,-

Rp

24.281.052,63

4.

Total Biaya

Biaya Tetap + Biaya Variabel

=

Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63

=

Rp 26.181.052,63

5.

Produksi lele konsumsi 4800 kg x Rp 6000/kg -Rp 28.800.000,

6.

Pendapatan
Produksi – (Biaya tetap + Biaya Variabel)

=

Rp 28.800.000,- – ( Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63)

=

Rp 2.418.947,37

7.

Break Event Point (BEP)
Volume produksi

=

4.396,84 kg
Harga produksi

=

Rp 5.496,05

Sumber :Buku Budidaya Lele Sangkuriang, Dit. Pembudidayaan, Ditjen Perikanan Budidaya

Pengunjung yang terhormat, untuk melihat Alamat Dinas /sekter pengolahan dan pemasaran hasil pertanian (perikanan, peternakan, dll) di nusantara. Silakan klik alamat ini : http://agribisnis.deptan.go.id/Pustaka/alamat%20kabputen%20(JULI).htm

Update baru Internet Download Manager IDM 6.21 Novermber 2014

Upadate idm 6.21November 2014

Upadate idm 6.21November 2014

Internet Download Manager versi 6.21 Update 2014 ini sudah kompatibel dengan Windows 8.1 serta menambahkan fitur panel download IDM yang dapat digunakan untuk mengunduh flash video dari MySpaceTV dan lain-lain. Selain itu versi ini juga memiliki dukungan full terhadap Windows 7 dan Vista, video page grabber, developed scheduler, dan protocol MMS. Pada versi baru ini IDM juga menambahkan integrasi untukn IE 11 dan IE berbasis browser, mesin download di desain ulang dan ditingkatkan, serta integrasi ke dalam semua browser terupdate saat ini. Peningkatan toolbar dan penambahan dan perbaikan fitur-fitur baru lainnya.
Bagi temen-temen yang suka download pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Internet Download Manager (IDM) yang ditahun 2014 ini sudah update sampai versi 6.21. seperti yang kita ketahui bahwa IDM merupakan sebuah Software pengelola unduhan yang dikembangkan oleh Tonec Inc dan sangat ramai digunakan pada System Operasi windows khususnya kalangan downloader.
Pada tanggal 14 November 2011 IDM melalui situs resminya http://www.internetdownloadmanager.com merilis IDM versi 6.07 build 15 yang terkenal dengan rilis stablinya. Seperti yang diklaim oleh pembuatnya bahwa IDM mampu meningkatkan kecepatan download sampai 500% atau 5 kali. Salah satu fitur yang membuat Software ini laris manis di pasaran adalah kemampuannya untuk meneruskan kembali berkas/file unduhan yang terhenti/terputus karena masalah teknis maupun nonteknis. Selain itu Software Application yang memiliki lisensi dari Shareware ini memiliki kemampuan multipart yaitu kemampuan dalam membagi data yang sedang diunduh/didownload menjadi beberapa bagian yang saling terpisah dengan kecepatan download yang merata untuk setiap bagiannya untuk kemudian disatukan kembali setelah proses unduhan selesai. IDM telah diintegrasikan diberbagai browser popular dan mendukung proxy server, FTP, HTTP protocol serta berbagai fitur lainnya.

Sumber : http://itcamptemanggung.blogspot.com

Baca lebih lanjut

Pembesaran Belut Tanpa Lumpur

Pembesaran Belut Tanpa Lumpur

Secara alamiah tempat hidup belut (Monopterus Albus) adalah lumpur yang berair. Untuk keperluan itu para peternak belut harus menyiapkan media yang dibuat dari berbagai jenis bahan yang nantinya bisa menghasilkan media sesuai atau paling tidak mendekati tempat hidup aslinya. Beberapa pembudidaya diantaranya memang berhasil, tetapi untuk yang lainnya, kebanyakan masih bergelut dengan “teknologi do’a” supaya bisa panen dengan hasil sesuai yang diharapkan.

pembesaran-belut

Karena hidup di dalam lumpur, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memastikan jumlah serta perkembangan belut selama masa pemeliharaan. Dengan alasan itu maka muncul cara baru dalam usaha ternak belut, yaitu pembesaran belut tanpa media lumpur. Dalam hal ini pembudidaya cukup menggunakan air bersih (bening) sebagai media pembesaran belut.

Keuntungan pembesaran belut dengan metode ini adalah:

1.     Lebih mudah dalam mengontrol perkembangan dan pertumbuhan belut karena fisiknya kelihatan.

2.     Tidak usah repot lagi mencari gedebong pisang, jerami, lumpur sawah, pupuk kandang dan yang lain-lainnya untuk dijadikan sebagai media.

3.     Jumlah bibit yang disebar bisa lebih banyak, yaitu mencapai 30 kg/m3 bahkan bisa sampai 50 kg/m3. Tentunya perbedaan ini cukup signifikan bila dibandingkan dengan yang menggunakan media lumpur yang hanya bisa menampung bibit sebanyak 1 kg/m3. Ini berarti, tidak diperlukan lagi tempat atau lahan yang luas.

4.     Lebih efektif dan efisien dari segi waktu, tata laksana pekerjaan dan tempat.

Ada empat faktor penting yang sangat menentukan berhasil tidaknya membesarkan belut dengan media air. Yang pertama adalah air. Dalam pembesaran belut tanpa lumpur, air merupakan faktor utama yang sangat fital. Kondisi air harus selalu dikontrol secara rutin, karena akan berpengaruh terhadap perkembangan belut. Air harus selalu jernih, memiliki suhu antara 25-28 derajat celcius, pH antara 5-7, tidak mengandung zat kimia berbahaya dan selalu menggunakan air yang telah diendapkan, minimal selama 24 jam. Jangan menggunakan air PAM karena mengandung kaporit, air yang langsung diambil dari sumur bor (pantek) karena sangat minim kandungan oksigennya dan air limbah.

Pada setiap kolam pemeliharaan wajib memiliki sirkulasi meskipun debitnya sangat kecil. Sirkulasi tersebut berfungsi untuk menambah kandungan oksigen dalam air dan menjaga kebersihan air. Kolam akan keruh kalau tidak ada sirkulasinya, dengan demikian harus sering diganti, paling tidak selama 2 atau 3 hari sekali. Tentunya ini akan sangat merepotkan sekali, bukan?

Air harus diganti apabila memenuhi salah satu ketentuan berikut:

1.     Terlihat kotor/keruh atau warnanya sudah kuning kecoklatan.

2.     Di dasar kolam sudah terdapat endapan kotoran yang tebal.

3.     pH air melebihi ambang batas akibat lendir yang dihasilkan dari tubuh belut.

Untuk lebih pastinya, masalah pH air ini harus selalu diukur secara berkala jangan sampai pH air kurang atau melebihi dari ketentuan. Jika tidak memiliki alat untuk mengukur pH bisa dengan dikira-kira, biasanya air sedikit mengental karena kebanyakan lendir belut.

Faktor penting yang kedua adalah pakan. Pakan juga termasuk salah satu faktor yang sangat menentukan bagi perkembangan serta pertumbuhan belut. Berilah pakan secukupnya, jangan sampai kekurangan atau berlebihan dan berilah pakan yang paling disukai belut. Jika dalam pemberian pakan terlalu banyak akan menyebabkan air cepat kotor dan dapat berakibat buruk pada belut sehingga belut mudah sakit dan lama-kelamaan bisa mengalami kematian. Begitu juga bila pemberian pakan kurang, maka bisa menimbulkan sifat kanibalisme dan pertumbuhannya lambat.

Selama belut masih mau makan dengan pakan yang biasa diberikan jangan beralih ke pakan lain. Apabila makanannya akan diganti, jangan sekaligus (total) tetapi perlu waktu dan harus disubtitusi terlebih dahulu. Jika setelah diberi pakan baru belut tidak mau makan, kembalilah ke pakan yang sebelumnya (lama).

Pakan yang paling baik adalah pakan alami bukan buatan seperti pelet. Jenis-jenis pakan yang disukai belut diantaranya cacing sawah (root/lor), cacing merah, cacing lumbricus, ikan cere, ikan cithol, ikan guppy, anakan ikan mas, anakan ikan lele, berudu (kecebong), lambung katak, keong mas/sawah, dan ulat hongkong.

Berikutnya adalah faktor bibit. Untuk keberhasilan pembesaran, pilihlah bibit yang berkualitas baik. Umumnya bibit belut yang ada saat ini, sebagian besar, masih merupakan hasil tangkapan dari alam. Sedangkan cara yang dipake berbeda-beda dan pastinya akan berpengaruh terhadap kualitas bibit.

Bibit yang ditangkap dengan cara alami menggunakan perangkap, seperti bubu atau posong, merupakan bibit yang cukup baik karena tidak mengalami perlakuan yang dapat menurunkan kualitasnya. Sebaliknya, bibit yang diperoleh dengan cara tidak baik, seperti disetrum, bukan termasuk bibit berkualitas. Bibit yang diperoleh dengan cara disetrum pertumbuhannya tidak akan maksimal (kuntet).

Memang yang paling baik adalah yang berasal dari hasil budidaya. Selain ukurannya seragam bibit ini jarang terserang penyakit. Sayangnya, bibit belut hasil budidaya untuk saat ini masih sangat sedikit. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan terkait bibit belut yang berkualitas:

1.     Tidak ada bekas luka

2.     Lincah dan agresif

3.     Tidak lemas

4.     Ukuran seragam

Faktor penentu keberhasilan yang terakhir adalah kepadatan. Kepadatan penebaran bibit dalam kolam pembesaran untuk tiap-tiap jenis ikan berbeda-beda dan akan sangat mempengaruhi pada perkembangan, pertumbuhan dan tingkat kematiannya. Misalnya dalam pembesaran seperti ikan mas, gurame dan nila. Kalau penebarannya terlalu padat, waktu pembesaran bisa terhambat walau pemberian pakan sudah sesuai dengan aturan yang seharusnya, juga bisa mengakibatkan tingkat kematian yang cukup tinggi.

Namun metode pembesaran belut tanpa lumpur ini sangatlah berbeda dengan penebaran bibit jenis-jenis ikan yang lainnya. Penebaran bibit yang padat, justru sangat baik untuk perkembangan belut itu sendiri dan juga dapat menekan tingkat kematian, karena belut akan menggunakan tubuh belut yang lainnya sebagai pengganti lumpur untuk tempat bersembunyi sehingga sesama belut akan saling melindungi. Dalam hal ini, yang penting suplai makan mencukupi. sekian artikel tentang Pembesaran Belut Tanpa Lumpur semoga bermanfaat.

 

Sumber : http://carabudidaya.com/pembesaran-belut-tanpa-lumpur/

Kepakkan Sayap Gapai Asa

Hari kian larut
mengantarkan aku pada sejuta harap
Alunan desah angin malam
menyusuri hati sangat galau
Kedip mata seakan
takkan pernah menutup
agenda hidup yang akan selalu aku tempuh
Setitik demi setitik
keringat mengucur
sebagai tanda kesungguhan tuk mencapai
suatu yang menjadi asa

Lambai tangan memanggil seruan alam
untuk menjemput aku dalam angan
Dan angin kan membawa aku terbang
kepakkan sayap menuju pelangi
Saat mata mulai terpejam
doa terlantunkan sebagai pengiring
mimpi indah malam ini
Denting jam melelapkan seribu fikir
Balutan selimut kan menjadi
lembai pengantar keberhasilanku
Ujar sang kasih membuat aku semakin semangat
Dan mampu menatap hidup
dengan tiada satu lubang kegagalan

by : Retno sari

I can’t say I hate you

Love is Beauty
Love isn’t the base of happiness
but without Love is the base of sadness
Love is complicated

Babe…
when I open the window
and I see the bright SunShine
I think it’s like You
you will always shine to my heart
I can’t lose your shadow from my mind
I am very love You
I always hope that you also have a same love for me

But…
where’re you…???
did you hear my voice…???
did you feel what I’m feeling???
I’m very sad

I’m very tired
I’m very upset
cause I just think about you
think about my love

Babe…
listen to me
look at me
cause now I just wanna say
“I hate You”

But…
in fact I feel LoVe You

by : Retno Sari

Sang CINTA

Satu hati kan berdaya andai kau menyemainya
Buah cinta sang tawa hadir tak terduga
saat kau . . .
datang sebagai belainya
sadarkah kau bahwa satu hati akan membeku karna auramu?
hanya keterpakuan selimuti hati menahan harap semu darimu

Mata cahaya pun kian meredup saat kau jauh
kau pelita jiwa
penerang hari
pencerah warna hidup
laksana embun di pagi buta
kau sejukkan hati dan menyentuhnya penuh kasih
saat kau menjadi suatu yang berharga
maka takkan terganti oleh jiwa lain yang bernyawa
kau selalu terjaga dalam kalbu
terpatri abadi dalam nurani
karna itulah hati yang dititipkan olehNya
tuk menuai CINTA bersamamu

By : Retno

Assalamualaikum

Assalamu’alaikum”,merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah] Saya seringkali menerima sms atau e-mail dari beberapa kawan dan juga beberapa ustadz yang mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti “Asw” atau “Aslm”. Ada yang sedikit lebih panjang seperti ; “Ass Wr Wb” atau “Aslmwrwb” . Namun yang sering saya dapatkan, adalah singkatan “Ass”. Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering digunakan. Bagi saya, ini adalah singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau mengerti artinya. Marilah kita simak singkatan ini. Dalam kamus linguistik yang saya punya, arti dari kata Ass yang berasal dari bahasa Inggris itu adalah sebagai berikut; “Ass” berarti: Pertama, kb. (animal) yang artinya keledai. Kedua, orang yang bodoh. Don’t be a silly (Janganlah sebodoh itu). Dan ketiga, Vlug (pantat). Padahal seperti kita ketahui ucapan Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adalah sebuah ucapan salam sekaligus doa yang kita tujukan kepada orang lain. Ucapan salam dalam Islam sesungguhnya merupakan do’a seorang Muslim terhadap saudara Muslim yang lain. Maka, apabila kita mengucap salam dengan hanya menuliskan “Ass”, secara tidak sadar mungkin kita malah mendoakan hal yang buruk terhadap saudara kita. Kita paham, mungkin banyak orang diantara kita cukup sibuk dan ingin cepat buru-buru menulis pesan. Barangkali, singkatan itu bisa mempercepat pekerjaan. Karena itu, penulis menyarankan, jika memang keadaan sedang tidak memungkinkan untuk menulis salam lewat SMS dengan kalimat lengkap karena sedang menyetir di jalan, misalnya, solusinya cukup mudah adalah menulis pesan to the point saja. Tulislah “met pagi, met siang, met malam dan seterusnya. Ini masih lebih baik dibandingkan kita harus memaksakan diri menggunakan singkatan dari doa keselamatan Assalamu’alaikum menjadi “Ass” (pantat). Jangan sampai awalnya kita ingin menyampaikan doa keselamatan yang terjadi justeru sebaliknya, mendoakan keburukan. Kalau boleh saya mengistilahkah, niat baik ingin berdoa, jadinya malah ucapan kotor. Ucapan salam adalah ucapan penghormatan dan doa. Apabila kita dihormati dengan suatu penghormatan maka seharusnya kita membalas dengan sebuah penghormatan pula yang lebih baik, atau minimal, balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan. Hasa saja, kalau kita mengganti ucapan kalimat salam arti awalnya sangat mulia, maka, yang terjadi adalah sebaliknya, salah dan bisa-bisa menjadi umpatan kotor. Karena itu, jika tidak berhati-hati, mengganggati ucapan Assalamu’alaikum (Semoga sejahtera atasmu) dengan menyingkatnya menjadi “Ass” (pantat), ini mirip dengan mengganti doa yang baik dengan mengganti dengan bahasa jalanan orang Jakarta, yang artinya kira-kira, beruba menjadi (maaf) “Pantat Lu!” Singkatan ala Rasulullah Meski nampak sederhana, ucapan salam sudah diatur oleh agama kita (Islam). Ucapan Assalamu alaikum ÇáÓáÇã Úáíßã dalam Bahasa Arab, digunakan oleh kaum Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, intinya untuk merekatkan ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Mengucapkan salam, hukumnya adalah sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya. Itulah agama kita. Sebelum Islam datang, orang Arab terbiasa menggunakan ungkapan-ungkapan salam yang lain, seperti Hayakallah. Artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup. Namun ketika Islam datang, ucapan itu diganti menjadi Assalamu ‘alaikum. Artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa. Ibnu Al-Arabi didalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan, bahwa salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti “Semoga Allah menjadi Pelindungmu” . Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Rasul bersabda, “Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu maujika aku tunjukkanpada satu perkara jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!” (HR. Muslim) Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi) Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani) Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.” Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86. Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik. Bedanya agama kita dengan agama lain, setiap Muslim ketika mengucapkan salam kepada saudaranya, dia akan diganjar dengan kebaikan (pahala). Dalam kaidah singkat menyingkat pun sudah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah SAW, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan,” ujar beliau. Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikum Warahmatullah.” Kata Rasulullah SAW, “Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan.” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh.” Rasulullah pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan.” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah]. Nah dari tiga singkatan itu silahkanAnda pilih yang mana yang Anda inginkan tanpa harus menyingkatnya sendiri yang justru bisa menghilangkan nilai pahalanya. Tentu saja, jangan Anda lupakan, tiga singkatan itu sudah rumus dari Nabi yang dipilihkan untuk kita. Satu hal lagi yang perlu diingat adalah ketika kita menuliskan kata Assalamu’alaikum, perlu diperhatikan agar jangan sampai huruf L nya tertinggal sehingga menjadi Assaamu’alaikum. Karena apa ? Diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang Yahudi yang memberi salam kepada Nabi dengan ucapan “Assaamu ‘alaika ya Muhammad” (Semoga kematian dilimpahkan kepadamu). Dan kata assaamu ini artinya kematian. Kata ini adalah plesetan dari “Assalaamu ‘alaikum”. Maka nabi berkata, “Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu ‘alaikum, maka jawablah dengan wa ‘alaikum (Dan semoga atas kalian pula).” [HR. Bukhari] Tulisan ini, mungkin nampak sederhana. Meski sederhana, dampaknya cukup besar. Boleh jadi, kita belum pernah membayangkannya selama ini. Nah, setelah ini, sebaiknya alangkah lebih baik jika memulai kembali menyempurnakan salam kepada saudara kita. Tapi andaikata memang kondisi tak memungkinkan, sebaiknya, pilihlah singkatan yang sudah dipilihkan Nabi kita Muhammad SAW tadi. Mungkin Anda agak capek sedikit tidak apa-apa, sementara sedikit capek, 30 pahala kebaikan telah kita kantongi. [indra,tinggal di Jakarta/www.hidayatullah. com]

Ungakapan Hati Yang Sedikit Kumengerti

Hari ini langit memandangku lain. Ada apa dengan diriku? Sapaan sang bayu juga tak seperti biasanya, kemarin ia membelaiku lembut tapi kini ia makin garang padaku. Apa yang sebenarnya terjadi?

Kucoba bertanya pada perasaanku sendiri. Tak seperti biasanya, hari ini ia semakin tegas memberikan jawaban sehingga membuat diri yakin “Ada yang hilang dari diriku.”. Tapi apa? Aku semakin tak mengerti mengapa bagian dari diriku sendiri hari ini bersikap lain.

Saat kumerenung mencari jawaban dari pertanyaanku sendiri akhirnya kutemukan sebuah arti berharga dari satu kata, kata yang umum kita dengar “ulang tahun” . karma kata ini akhirnya aku bisa menjawab semua pertanyaan dari diriku sendiri.

Mengapa langit memandangku lain? Karena ia tahu semua yang telah aku lakukan selama ini dan kini ia seakan memintaku untuk merubah cara burukku menyikapi dunia. Ia tahu jika aku terus menuriti sikap burukku maka hal buruklah yang akan aku dapat.

Mengapa sang bayu garang? Karena dia paling tahu kondisi fisikku. bagaimana saat aku marah, saat aku emosi, dan saat aku merasa bahagia. Ia juga tahu bahwa setelah hari ini akan ada hal yang lebih berat untuk bisa kuhadapi dan ia garang karena ia tak ingin aku menjadi manja karena kelembutannya selama ini.

Mengapa persaanku sendiri kian tegas padaku? Tak lain karena ia tahu semua isi hatiku, siapa yang ku sukai, siapa yang kubenci, dan semua yang kurasakan. Ia tegas karna ingin mendidikku agar aku bersikap lebih dewasa. Ia juga tahu kalau di hari-hari berikutnya akan ada hal yang lebih mengesankan yang akan aku rasakan setelah hari ini, tapi aku tak tahu apakah rasa itu menyedihkan atau menyenangkan.

Aku tak tahu jawaban ini benar atau salah. Tapi hanya seperti itulah jawabanku. Tanpa diduga-duga akhirnya akupun tersadar kalau hari ini adalah hari ulang tahunku.

Bertahun-tahun sudah aku menikmati hidup di dunia ini, banyak hal yang telah aku lalui. Sedih…senang…, itu biasa. Percaya….kecewe…., pernah kualami juga. Perasaan tak menentu sering datang silih berganti, teman dalam hari-hariku bertambah seiring meluasnya lingkup pergaulanku. Ada hal yang mungkin takkan pernah kulupa sependek hidupku. Ada pula orang yang sangat berarti dalam hidupku, mungkin karena ia memahamiku dan menerima aku apa adanya. Tapi, apakah diriku ini berarti bagi orang lain? Aku sendiri tak tahu karna mustahil aku bisa mengetahui isi hati orang lain. Itu dulu!

Sekarang aku di sini. Takkan bisa mengulangi dan mengedit apa yang telah aku lakukan dulu, semua telah terjadi. Menyesal! Itu juga perlu tapi yang lebih penting adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan masa lalu agar takkan ada lagi penyesalan di masa yang akan datang.

Pernahkah terucap kalimat ini “Di manapun aku berada aku akan berusaha menjadi orang yang berarti bagi orang lain, bukan orang yang hanya seperti patung dan menyusahkan”. Mungkin semua ini adalah ungkapan hati yang raga inipun terkadang tak mengerti.

 

Animated Pictures Myspace Comments
Myspace Comments @ MyNiceSpace.com
;