BUDIDAYA LELE SANGKURIANG(Clarias sp.)

Sumber : Departemen Kelautan dan Perikanan http://www.dkp.go.id/content.php?c=2558

(Clarias sp.)

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.

Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.

Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).

Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele “Sangkuriang”.

Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama “Lele Sangkuriang”. Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).

Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m – 800 m dpi. Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas >800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat.

Budidaya lele, baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran dapat dilakukan di kolam tanah, bak tembok atau bak plastik. Budidaya di bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal lainnya.

Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumu (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yan sudah dikondisikan terlebih dulu. Parameter kualitas air yan baik untuk pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut:

  1. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air.

  2. pH air yang ideal berkisar antara 6-9.

  3. Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l.

Budidaya ikan lele Sangkuriang dapat dilakukan dalam bak plastik, bak tembok atau kolam tanah. Dalam budidaya ikan lele di kolam yang perlu diperhatikan adalah pembuatan kolam, pembuatan pintu pemasukan dan pengeluaran air.

Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Pada bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang memanjang dari pemasukan air ke pengeluaran air (monik). Parit dibuat selebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm.

Sebaiknya pintu pemasukan dan pengeluaran air berukuran antara 15-20 cm. Pintu pengeluaran dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat terdiri dari dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki. Sedangkan pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana, yaitu hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang didasar kolam dibawah pematang dengan bantuan pipa berbentuk “L” mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam.

Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.

Pelaksanaan Budidaya
Sebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi:

a.

Persiapan kolam tanah (tradisional)

Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran. Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor).

Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan).

Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.

Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.

Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring

Kemudian dilakukan pengisian air kolam.

Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.

b.

Persiapan kolam tembok

Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.

c. Penebaran Benih

Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.

Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.

d.

Pemberian Pakan

Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.

e.

Pemanenan

Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 – 250 gram per ekor dengan panjang 15 – 20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan.

Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan karamba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan dengan jumlah air yang sedikit.

Kegiatan budidaya lele Sangkuriang di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan. Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp.

Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam. Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam.

Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan.

Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.

Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.

  • Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air.

  • Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.

  • Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit.

  • Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air).

  • Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK

  • Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik

  • Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru.

  • Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan.

ANALISA USAHA
Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik

1.

Investasi

a.

Sewa lahan 1 tahun @ Rp 1.000.000,-

=

Rp

1.000.000,-

b.

Bak kayu lapis plastik 3 unit @ Rp 500.000,-

=

Rp

1.500.000,-

c.

Drum plastik 5 buah @ Rp 150.000,-

=

Rp

750.000,-

Rp

3.250.000,-

2.

Biaya Tetap

a.

Penyusutan lahan Rp 1.000.000,-/1 thn

=

Rp

1.000.000,-

b.

Penyusutan bak kayu lapis plastik Rp 1.500.000,-/2 thn

=

Rp

750.000,-

c.

Penyusutan drum plastik Rp 750.000,-/5 thn

=

Rp

150.000,-

Rp

1.900.000,-

3.

Biaya Variabel

a.

Pakan 4800 kg @ Rp 3700

=

Rp

17.760.000,-

b.

Benih ukuran 5-8 cm sebanyak 25.263 ekor @ Rp 80,-

=

Rp

2.021.052,63

c.

Obat-obatan 6 unit @ Rp 50.000,-

=

Rp

300.000,-

d.

Alat perikanan 2 paket @ Rp 100.000,-

=

Rp

200.000,-

e.

Tenaga kerja tetap 12 OB @ Rp 250.000,-

=

Rp

3.000.000,-

f.

Lain-lain 12 bin @ Rp 100.000,-

=

Rp

1.200.000,-

Rp

24.281.052,63

4.

Total Biaya

Biaya Tetap + Biaya Variabel

=

Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63

=

Rp 26.181.052,63

5.

Produksi lele konsumsi 4800 kg x Rp 6000/kg -Rp 28.800.000,

6.

Pendapatan
Produksi – (Biaya tetap + Biaya Variabel)

=

Rp 28.800.000,- – ( Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63)

=

Rp 2.418.947,37

7.

Break Event Point (BEP)
Volume produksi

=

4.396,84 kg
Harga produksi

=

Rp 5.496,05

Sumber :Buku Budidaya Lele Sangkuriang, Dit. Pembudidayaan, Ditjen Perikanan Budidaya

Pengunjung yang terhormat, untuk melihat Alamat Dinas /sekter pengolahan dan pemasaran hasil pertanian (perikanan, peternakan, dll) di nusantara. Silakan klik alamat ini : http://agribisnis.deptan.go.id/Pustaka/alamat%20kabputen%20(JULI).htm

Satu Langkah Lagi

Jika suatu saat…

Langkah yang dulu tanpa rintangan.

Harapan yang dulu punya tujuan.

Usaha yang dulu ingin kau selesaikan.

Kini berbalik jadi semakin abstrak

Maka…

Jangan hanya berdiri dan berpaling.

Sibuk mengikat mati bayang-bayang pikiran.

Lihatlah ke atas, ke bawah, dan jauh ke dalam.

Jika kau inginkan cahaya… disana masih ada…

satu langkah lagi.. jangan sampai tertahan

By : Anas Ariffudin

Jenis Jenis Ayam Cemani

Jenis-jenis Ayam Cemani : Salam budidaya. Mungkin bagi agan atau teman-teman yang baru ingin memulai budidaya ayam cemani akan timbul beberapa pertanyaan, sebenernya ada berapa jenis ayam cemani sih?

 Seperti yang kita tahu bahwa ayam cemani mempunyai warna tubuh hitam menyeluruh. Kecuali warna lidah yang pada umumnya berwarna abu-abu. Terlepas dari warna tubuh yang memang hitam, saya akan mencoba mengklasifikasikan jenis ayam cemani menurut bentuk ataupun warna yang ada pada bagian tubuh :

Ayam Cemani Wilah

Berdasarkan Jengger, ayam cemani dibedakan menjadi 4 yaitu :

  1. Ayam Cemani Wilah, yaitu ayam cemani dengan bentuk Jengger melebar ke atas
  2. Ayam Cemani Sumpel, yaitu ayam cemani dengan bentuk Jengger sumpel atau berbentuk bulat kecil
  3. Ayam Cemani Telon, yaitu ayam cemani dengan bentuk Jengger agak melebar dan bercabang sejumlah tiga bagian (bagian tengah dan pinggir)
  4. Ayam Cemani Mahkota, yaitu ayam cemani dengan bentuk Jengger menyerupai mahkota

Berdasarkan Bulu, ayam cemani dibedakan menjadi 4 yaitu :

  1. Ayam Cemani Biasa, yaitu ayam cemani dengan bentuk bulu biasa (bulu ayam pada umumnya) akan tetapi berwarna hitam.
  2. Ayam Cemani Walik, yaitu ayam cemani dengan bentuk bulu menyingkap terbalik.
  3. Ayam Cemani Rajeg (bulu besi), yaitu ayam cemani dengan bentuk bulu menyerupai lidi atau orang juga menyebutnya bulu besi.
  4. Ayam Cemani Putih, yaitu ayam cemani dengan warna seluruh tubuh hitam, tapi memiliki bulu warna putih.

Berdasarkan Kulit dan Lidah, ayam cemani dibedakan menjadi 4 yaitu :

  1. Ayam Cemani, yaitu merupakan istilah untuk ayam cemani yang memiliki warna tubuh/kulit secara keseluruhan hitam tapi lidah berwarna abu-abu. Untuk kategori ini dikenal juga istilah Ayam Cemani Super yang memiliki tekstur warna hitam lebih pekat dari ayam cemani pada umumnya.
  2. Ayam Cemani Asli, yaitu ayam cemani dengan warna seluruh anggota tubuh hitam, termasuk lidah/darah. Cemani jenis inilah yang memiliki nilai jual sangat fantastis. Akan tetapi ayam cemani asli sangat jarang ditemui alias langka. Terkadang ayam cemani lidah hitam belum tentu darah hitam begitu sebaliknya.
  3. Ayam Kedu, Ayam ini merupakan nenek moyang dari bangsa cemani. Secara keseluruhan ayam kedu sangat mirip dengan ayam cemani. Akan tetapi warna kulit di bagian leher atau sekitar pantat kadang terdapat semburat warna merah.

Ayam Cemani Mahkota

Ayam Cemani Putih

Ayam Cemani Sumpel

Ayam Cemani Rajeg (Bulu Besi)

Ayam Kedu

Ayam Cemani Walik

Sekian artikel tentang Jenis-jenis Ayam cemani, kurang lebihnya saya mohon maaf. Semoga bermanfaat.

sumber : http://ayamcemani-kedu.blogspot.com/2015/01/jenis-jenis-ayam-cemani.html

Lihat Daftar Harga Ayam Cemani

Update baru Internet Download Manager IDM 6.21 Novermber 2014

Upadate idm 6.21November 2014

Upadate idm 6.21November 2014

Internet Download Manager versi 6.21 Update 2014 ini sudah kompatibel dengan Windows 8.1 serta menambahkan fitur panel download IDM yang dapat digunakan untuk mengunduh flash video dari MySpaceTV dan lain-lain. Selain itu versi ini juga memiliki dukungan full terhadap Windows 7 dan Vista, video page grabber, developed scheduler, dan protocol MMS. Pada versi baru ini IDM juga menambahkan integrasi untukn IE 11 dan IE berbasis browser, mesin download di desain ulang dan ditingkatkan, serta integrasi ke dalam semua browser terupdate saat ini. Peningkatan toolbar dan penambahan dan perbaikan fitur-fitur baru lainnya.
Bagi temen-temen yang suka download pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Internet Download Manager (IDM) yang ditahun 2014 ini sudah update sampai versi 6.21. seperti yang kita ketahui bahwa IDM merupakan sebuah Software pengelola unduhan yang dikembangkan oleh Tonec Inc dan sangat ramai digunakan pada System Operasi windows khususnya kalangan downloader.
Pada tanggal 14 November 2011 IDM melalui situs resminya http://www.internetdownloadmanager.com merilis IDM versi 6.07 build 15 yang terkenal dengan rilis stablinya. Seperti yang diklaim oleh pembuatnya bahwa IDM mampu meningkatkan kecepatan download sampai 500% atau 5 kali. Salah satu fitur yang membuat Software ini laris manis di pasaran adalah kemampuannya untuk meneruskan kembali berkas/file unduhan yang terhenti/terputus karena masalah teknis maupun nonteknis. Selain itu Software Application yang memiliki lisensi dari Shareware ini memiliki kemampuan multipart yaitu kemampuan dalam membagi data yang sedang diunduh/didownload menjadi beberapa bagian yang saling terpisah dengan kecepatan download yang merata untuk setiap bagiannya untuk kemudian disatukan kembali setelah proses unduhan selesai. IDM telah diintegrasikan diberbagai browser popular dan mendukung proxy server, FTP, HTTP protocol serta berbagai fitur lainnya.

Sumber : http://itcamptemanggung.blogspot.com

Baca lebih lanjut

Pembesaran Belut Tanpa Lumpur

Pembesaran Belut Tanpa Lumpur

Secara alamiah tempat hidup belut (Monopterus Albus) adalah lumpur yang berair. Untuk keperluan itu para peternak belut harus menyiapkan media yang dibuat dari berbagai jenis bahan yang nantinya bisa menghasilkan media sesuai atau paling tidak mendekati tempat hidup aslinya. Beberapa pembudidaya diantaranya memang berhasil, tetapi untuk yang lainnya, kebanyakan masih bergelut dengan “teknologi do’a” supaya bisa panen dengan hasil sesuai yang diharapkan.

pembesaran-belut

Karena hidup di dalam lumpur, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memastikan jumlah serta perkembangan belut selama masa pemeliharaan. Dengan alasan itu maka muncul cara baru dalam usaha ternak belut, yaitu pembesaran belut tanpa media lumpur. Dalam hal ini pembudidaya cukup menggunakan air bersih (bening) sebagai media pembesaran belut.

Keuntungan pembesaran belut dengan metode ini adalah:

1.     Lebih mudah dalam mengontrol perkembangan dan pertumbuhan belut karena fisiknya kelihatan.

2.     Tidak usah repot lagi mencari gedebong pisang, jerami, lumpur sawah, pupuk kandang dan yang lain-lainnya untuk dijadikan sebagai media.

3.     Jumlah bibit yang disebar bisa lebih banyak, yaitu mencapai 30 kg/m3 bahkan bisa sampai 50 kg/m3. Tentunya perbedaan ini cukup signifikan bila dibandingkan dengan yang menggunakan media lumpur yang hanya bisa menampung bibit sebanyak 1 kg/m3. Ini berarti, tidak diperlukan lagi tempat atau lahan yang luas.

4.     Lebih efektif dan efisien dari segi waktu, tata laksana pekerjaan dan tempat.

Ada empat faktor penting yang sangat menentukan berhasil tidaknya membesarkan belut dengan media air. Yang pertama adalah air. Dalam pembesaran belut tanpa lumpur, air merupakan faktor utama yang sangat fital. Kondisi air harus selalu dikontrol secara rutin, karena akan berpengaruh terhadap perkembangan belut. Air harus selalu jernih, memiliki suhu antara 25-28 derajat celcius, pH antara 5-7, tidak mengandung zat kimia berbahaya dan selalu menggunakan air yang telah diendapkan, minimal selama 24 jam. Jangan menggunakan air PAM karena mengandung kaporit, air yang langsung diambil dari sumur bor (pantek) karena sangat minim kandungan oksigennya dan air limbah.

Pada setiap kolam pemeliharaan wajib memiliki sirkulasi meskipun debitnya sangat kecil. Sirkulasi tersebut berfungsi untuk menambah kandungan oksigen dalam air dan menjaga kebersihan air. Kolam akan keruh kalau tidak ada sirkulasinya, dengan demikian harus sering diganti, paling tidak selama 2 atau 3 hari sekali. Tentunya ini akan sangat merepotkan sekali, bukan?

Air harus diganti apabila memenuhi salah satu ketentuan berikut:

1.     Terlihat kotor/keruh atau warnanya sudah kuning kecoklatan.

2.     Di dasar kolam sudah terdapat endapan kotoran yang tebal.

3.     pH air melebihi ambang batas akibat lendir yang dihasilkan dari tubuh belut.

Untuk lebih pastinya, masalah pH air ini harus selalu diukur secara berkala jangan sampai pH air kurang atau melebihi dari ketentuan. Jika tidak memiliki alat untuk mengukur pH bisa dengan dikira-kira, biasanya air sedikit mengental karena kebanyakan lendir belut.

Faktor penting yang kedua adalah pakan. Pakan juga termasuk salah satu faktor yang sangat menentukan bagi perkembangan serta pertumbuhan belut. Berilah pakan secukupnya, jangan sampai kekurangan atau berlebihan dan berilah pakan yang paling disukai belut. Jika dalam pemberian pakan terlalu banyak akan menyebabkan air cepat kotor dan dapat berakibat buruk pada belut sehingga belut mudah sakit dan lama-kelamaan bisa mengalami kematian. Begitu juga bila pemberian pakan kurang, maka bisa menimbulkan sifat kanibalisme dan pertumbuhannya lambat.

Selama belut masih mau makan dengan pakan yang biasa diberikan jangan beralih ke pakan lain. Apabila makanannya akan diganti, jangan sekaligus (total) tetapi perlu waktu dan harus disubtitusi terlebih dahulu. Jika setelah diberi pakan baru belut tidak mau makan, kembalilah ke pakan yang sebelumnya (lama).

Pakan yang paling baik adalah pakan alami bukan buatan seperti pelet. Jenis-jenis pakan yang disukai belut diantaranya cacing sawah (root/lor), cacing merah, cacing lumbricus, ikan cere, ikan cithol, ikan guppy, anakan ikan mas, anakan ikan lele, berudu (kecebong), lambung katak, keong mas/sawah, dan ulat hongkong.

Berikutnya adalah faktor bibit. Untuk keberhasilan pembesaran, pilihlah bibit yang berkualitas baik. Umumnya bibit belut yang ada saat ini, sebagian besar, masih merupakan hasil tangkapan dari alam. Sedangkan cara yang dipake berbeda-beda dan pastinya akan berpengaruh terhadap kualitas bibit.

Bibit yang ditangkap dengan cara alami menggunakan perangkap, seperti bubu atau posong, merupakan bibit yang cukup baik karena tidak mengalami perlakuan yang dapat menurunkan kualitasnya. Sebaliknya, bibit yang diperoleh dengan cara tidak baik, seperti disetrum, bukan termasuk bibit berkualitas. Bibit yang diperoleh dengan cara disetrum pertumbuhannya tidak akan maksimal (kuntet).

Memang yang paling baik adalah yang berasal dari hasil budidaya. Selain ukurannya seragam bibit ini jarang terserang penyakit. Sayangnya, bibit belut hasil budidaya untuk saat ini masih sangat sedikit. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan terkait bibit belut yang berkualitas:

1.     Tidak ada bekas luka

2.     Lincah dan agresif

3.     Tidak lemas

4.     Ukuran seragam

Faktor penentu keberhasilan yang terakhir adalah kepadatan. Kepadatan penebaran bibit dalam kolam pembesaran untuk tiap-tiap jenis ikan berbeda-beda dan akan sangat mempengaruhi pada perkembangan, pertumbuhan dan tingkat kematiannya. Misalnya dalam pembesaran seperti ikan mas, gurame dan nila. Kalau penebarannya terlalu padat, waktu pembesaran bisa terhambat walau pemberian pakan sudah sesuai dengan aturan yang seharusnya, juga bisa mengakibatkan tingkat kematian yang cukup tinggi.

Namun metode pembesaran belut tanpa lumpur ini sangatlah berbeda dengan penebaran bibit jenis-jenis ikan yang lainnya. Penebaran bibit yang padat, justru sangat baik untuk perkembangan belut itu sendiri dan juga dapat menekan tingkat kematian, karena belut akan menggunakan tubuh belut yang lainnya sebagai pengganti lumpur untuk tempat bersembunyi sehingga sesama belut akan saling melindungi. Dalam hal ini, yang penting suplai makan mencukupi. sekian artikel tentang Pembesaran Belut Tanpa Lumpur semoga bermanfaat.

 

Sumber : http://carabudidaya.com/pembesaran-belut-tanpa-lumpur/

Kepakkan Sayap Gapai Asa

Hari kian larut
mengantarkan aku pada sejuta harap
Alunan desah angin malam
menyusuri hati sangat galau
Kedip mata seakan
takkan pernah menutup
agenda hidup yang akan selalu aku tempuh
Setitik demi setitik
keringat mengucur
sebagai tanda kesungguhan tuk mencapai
suatu yang menjadi asa

Lambai tangan memanggil seruan alam
untuk menjemput aku dalam angan
Dan angin kan membawa aku terbang
kepakkan sayap menuju pelangi
Saat mata mulai terpejam
doa terlantunkan sebagai pengiring
mimpi indah malam ini
Denting jam melelapkan seribu fikir
Balutan selimut kan menjadi
lembai pengantar keberhasilanku
Ujar sang kasih membuat aku semakin semangat
Dan mampu menatap hidup
dengan tiada satu lubang kegagalan

by : Retno sari

I can’t say I hate you

Love is Beauty
Love isn’t the base of happiness
but without Love is the base of sadness
Love is complicated

Babe…
when I open the window
and I see the bright SunShine
I think it’s like You
you will always shine to my heart
I can’t lose your shadow from my mind
I am very love You
I always hope that you also have a same love for me

But…
where’re you…???
did you hear my voice…???
did you feel what I’m feeling???
I’m very sad

I’m very tired
I’m very upset
cause I just think about you
think about my love

Babe…
listen to me
look at me
cause now I just wanna say
“I hate You”

But…
in fact I feel LoVe You

by : Retno Sari